PELATIHAN MEMANDIKAN JENAZAH DESA SALEM

SALEM,Rabu 26 Desember 2018.Pelatihan Memandikan Jenazah,di ikuti sekitar 50 orang peserta tak luput juga sambutan-sambutan Lurah Desa Salem Bapak KODAR ISWADI di dampingi Sekdes Bapak EDY PURWONO beserta staf dan jajarannya. Dan dengan kehadiran Bapak Camat Salem bersama bapak Sekcam Pelatihan ini berjalan dengan sukses .Di pelatihan ini di tunjuk dua pelatih Bapak Lebe Abdul Sakib dan Bapak Ustad Ade Irawan dan di dampingi perwakilan dari Babinsa Desa Salem Bapak Serka Wasim.

Merawat jenazah adalah hukumnya wajib kifayah  cukup dikerjakan oleh sebagian masyarakat,.Namun setiap orang hendaknya wajib mengetahui tata cara bagaimana merawat jenazah yang sesuai dengan tuntunan Islam.Karena kewajiban merawat jenazah yang pertama yaitu keluarga terdekat,apalagi kalau yang meninggal adalah orangtua atau anak kita.

MenurutLebe Abdul Sakib juga menjelaskan minimal pelatihan ini bisa dipraktikkan ketika ada saudara terdekat meninggal dunia,dari pada menyerahkan pengurusan kepada orang lain, lebih utama saudara-saudara semahram,yang mendapatkan  wasiat yang dapat melakukannya.

  • Tata Cara memandikan Jenazah
  1. Persiapan bagi orang yang akan memandikan jenazah, antara lain :  Yang memandikan haruslah orang muslim, sedangkan yang lebih berhak adalah keluarganya.
  2. Yang memandikan hendaknya paham akan agama,ahli ibadah agar paham tata cara memandikan jenazah dan mampu merahasiakan keaddan si mayit kalaw dalam keaadaan beraib dan yang diutamakan sesama jenis kelaminya dengan si mayit.
  3. Ruang memandikan hendaknya tertutup atas dan samping, tidak dilihat banyak orang.
  4. Jumlah yang memandikan dua sampai tiga orang saja, kecuali jika anak kecil, cukup seorang.
  • Alat dan bahan yang digunakan untuk memandikan jenazah adalah sebagai berikut :
  1. Dipan untuk memandikan jenazah
  2. Sarung tangan untuk yang memandikan
  3. Ember,gayung dan air
  4. Minyak wangi
  5. Kain penutup mayat
  6. Kapur barus, sebaiknya yang sudah dihancurkan
  7. Masker penutup hidung
  8. Sabun cair atau sabun batangan yang telah direndam atau daun bidara,shampoo
  9. Sedikit kapas dan cutto buds
  10. Gunting
  11. Handuk dan Kain tangan (washlap)
  12. Shampoo
  13. Kain kafan menyesuaikan keadaan dan jenis kelami jenazah
  • Cara memandikan jenazah :
  1. Jenazah yang akan dimandikan hendaknya ditutup bagian auratnya mulai pusat sampai lutut dengan kain tebal seperti handuk dengan ukuran 1 x 1 m
  2. Letakkan jenazah di atas dipan untuk memandikan jenazah di tempat tertutup
  3. Lepas kain yang melekat pada badan jenazah dengan pelan-pelan, jika mengalami kesulitan bisa menggunakan gunting.
  4. Mengambil kain kecil untuk membersihkan kotoran dubur dan qubul, tanpa harus melihat auratnya, lalu membuang kain tersebut.
  5. Membasahi kain tangan dengan air untuk membersihkan hidung dan mulut tanpa memasukkan air ke hidung dan mulut.
  6. Membasuh muka jenazah dan kedua tangannya sampai siku, kepala, kedua kakinya sampai mata kaki. Kesemuanya dimulai dari bagian sebelah kanan lalu bagian kiri.
  7. Menggosok semua badan jenazah dengan air campur perasan daun bidara atau sabun dengan membalik sisi tubuhnya hingga miring ke sebelah kiri, kemudian membasuh belahan punggungnya yang sebelah kanan. Kemudian dengan cara yang sama membasuh anggota tubuh jenazah yang sebelah kiri, dengan membalikkannya hingga miring ke sebelah kanan dan membasuh belahan punggung yang sebelah kiri. Dan setiap kali membasuh bagian perut si mayit apabila keluar kotoran darinya, hendaklah dibersihkan.
  8. Lalu dibilas / disiram dengan air campur kapur barus agar berbau harum.
  9. Disisir rambutnya, apabila jenazah tersebut adalah wanita, maka rambut kepalanya dipilin (dipintal) menjadi tiga pilinan lalu diletakkan di belakang (punggungnya).
  10. Jika mayat terpotong-potong atau lepas anggota badannya, maka dikumpulkan atau ditata, jika dalam mulutnya ada gigi mas atau berharga, boleh dilepas jika tidak merusak mulutnya.

(Peragaan di peraktekan oleh boneka)

Sebenarnya memandikan jenazah sebaiknya harus tempat tertutup dan lebih tinggi sehingga air bisa langsung mengalir ke bawah,setelah proses pembersihan pemandian jenazah dan mengkapaninya hendaknya langsung di sholatka dengan tetap menghadap ke kiblat takbir pertama dengan membaca Al-Fatihan,Takbir kedua membaca Shalawat,takbir ketiga membaca niat shalat jenazah yaitu :

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihni wafu’anhu wa akrim nuzuulahu wa wassi madhkhalahu waghsilahu bimaa’in watsaljini wabaradi wanaqqihi minal khathaayaa  kamaa yunaqqats tsabul abyadhu minaddanasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa alhlan khairan min ahlihi wa zaujihi waqihi fitnatalqabri wa adzaabannar……

#Hu untuk Jenazah Pria

#Ha untuk Jenazah Wanita

dan setelah itu Jenazah langsung di makamkan sebaiknya proses dari pemandian ke pemakaman tidak boleh 24 jam.(Tutur Ustad Ade Irawan).

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*